Detail Cantuman Kembali

XML

COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN METFORMIN DAN AKARBOSE PADA PASIEN BPJS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE 2017


ABSTRAK
COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS PENGGUNAAN METFORMIN DAN AKARBOSE PADA PASIEN BPJS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA PERIODE 2017

Arofiyah As Sholihah
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemik kronik akibat dari gangguan sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Prevalensi DM tipe 2 yang tinggi berdampak pada meningkatnya penggunaan obat antidiabetika, maka diperlukan analisis mengenai perbandingan antara efektivitas terapi yang didapat dan biaya yang harus dikeluarkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas biaya (cost-effectiveness) penggunaan metformin dibandingkan akarbose pada pasien BPJS rawat jalan yang didiagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 periode Januari sampai Desember 2017 di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat retrospektif. Sampel penelitian adalah pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe 2 yang mendapat terapi metformin 3x500 mg dan akarbose 3x50 mg. Didapatkan sampel sejumlah 24 pasien, yang terdiri dari 12 pasien mendapat terapi metformin 3x500 mg dan 12 pasien mendapat terapi akarbose 3x50 mg. Dari data yang diperoleh dianalisis efektivitas biaya dari biaya medik langsung, lama terapi serta efektivitas terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama terapi antara pasien yang mendapat terapi metformin dan pasien yang mendapat terapi akarbose adalah bermakna (α=0.05) dimana rata-rata lama terapi untuk metformin dan akarbose masing-masing 68 hari dan 86 hari. Perbedaan antara biaya terapi metformin dan akarbose adalah adalah bermakna (α=0.05) dimana biaya terapi pasien yang menggunakan metformin lebih besar daripada pasien yang menggunakan akarbose. Hasil dari analisis efektivitas biaya digambarkan sebagai rasio biaya-efektivitas yang lebih dikenal sebagai ACER. Terapi yang lebih cost-effective yaitu terapi yang memiliki nilai ACER lebih rendah daripada terapi pembndingnya. ACER penggunaan akarbose (Rp 8.444.554) lebih kecil dari ACER penggunaan metformin (Rp 9.972.605,88), dengan nilai ICER pasien yang mendapatkan terapi akarbose sebesar Rp 20.673.249,3. Dapat disimpulkan bahwa terapi metformin lebih cost effective daripada terapi akarbose.


Kata kunci : diabetes melitus tipe 2, metformin, akarbose, cost-effectiveness

Sholihah, Arofiyah As - Personal Name
6B.S-Far Sho c 08-18
NONE
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2018
Surabaya
xiii, 66p.; tab.; 30cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...